Pemetaan Komoditas Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat

Main Article Content

Hermansyah Hermansyah
Muh. Prasetyo Nugroho
Anwar Fachry
Moh. Taqiuddin
Rezki Amalyadi

Abstract

Sektor peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah di Nusa Tenggara Barat, sehingga pemetaan potensi peternakan di Kabupaten Sumbawa Barat menjadi langkah strategis untuk merumuskan arah pengembangan yang berbasis potensi lokal dan ketersediaan sumber daya pakan. Penelitian ini bertujuan memetakan potensi peternakan Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tengara Barat. Penelitian yang memotret potensi peternakan 8 kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat ini dilakukan menggunakan perpaduan pendekatan survei, focus group discussion dan analisis data sekunder. Fokus kajian yang dilaksanakan selama enam bulan pada paruh pertama tahun 2025 ini adalah ternak besar (sapi, kuda, kerbau) dan ternak kecil (kambing dan domba). Potensi serta keberadaan ternak besar dan kecil tersebut peluang pengembangannya merujuk terutama pada ketersediaan pakan di masing-masing kecamatan. Analisis data menggunakan analisis Location Question (LQ), analisis shift share, analisis model rasio pertumbuhan dan pendekatan overlay. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Poto Tano dan Jereweh merupakan wilayah yang unggul secara spasial dan fungsional berdasarkan hasil analisis Location Question (LQ), Shift Share, dan rasio pertumbuhan. Hasil analisis overlay mengindikasikan pentingnya pengembangan klaster ternak lokal berbasis pakan di zona Zona A (Kecamatan Poto Tano dan Jereweh) dan Zona B (Seteluk dan Taliwang) yang potensial dikembangkan sebagai kawasan penguatan bagi infrastruktur dan SDM. Adapun Kecamatan Maluk dan Brang Ene membutuhkan intervensi strategis untuk bisa berkembang.

Article Details

How to Cite
Hermansyah, H., Nugroho, M. P., Fachry, A., Taqiuddin, M. ., & Amalyadi, R. (2025). Pemetaan Komoditas Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat. Tarjih Tropical Livestock Journal, 5(2), 89–99. https://doi.org/10.47030/trolija.v5i2.1014
Section
Articles

References

Abadi, M., Nafiu, L. O., & Karim, J. (2019). Pemetaan potensi sumberdaya lahan hijauan pakan ternak sapi Bali di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 6(1), 124–137.

Adiyatin, D., Satyahadewi, N., & Perdana, H. (2019). Analisis overlay untuk menentukan potensi sektor ekonomi unggulan dalam pembangunan daerah (studi kasus dengan PDRB Kota Pontianak). Bimaster: Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya, 8(4).

Ardhani, F. (2008). Wilayah potensial untuk penyebaran dan pengembangan peternakan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal EPP, 5(1), 36–43.

Arief, H., Khaerani, L., & Islami, R. Z. (2017). Peta potensi kawasan peternakan berbasis daya dukung lokal di Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi untuk Ketahanan Pangan pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Lampung.

Badan Pusat Statistik Kabuoaten Sumbawa Barat [BPS KSB]. (2023). Kabupaten Sumbawa Barat dalam angka 2023. Sumbawa Barat: BPS Kabupaten Sumbawa Barat.

Budiharsono, S. (2001). Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta: Pradnya. Paramitha.

Hendayana, R. (2003). Aplikasi metode location quotient dalam penentuan komoditas unggulan nasional. Jurnal Informatika Pertanian, 12(1).

Hermansyah, & Tamsil, H. (2019). Potensi pengembangan sumberdaya peternakan Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI): 4(2), 273.

Ishak, A., Fauzi, E., Ramon, E., Firison, J., Zul, E., Kusnadi, H., Putra, W. E., & Alfayanti. (2022). Analisis struktur jaringan distribusi perdagangan komoditas peternakan antar wilayah di Indonesia. Jurnal Pangan, 31(3), 249–258.

Jumiyanti, K. R. (2018). Analisis location quotient dalam penentuan sektor basis dan non basis di Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Development Review, 1(1), 29-43.

Kekry, B. P. N. (2021). Model rasio pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah adat Ha Anim. Jurnal Sosial Teknologi, 1(10), 203-210.

Nursan, M., & Sukarne, S. (2021). Strategi Pengembangan agribisnis ternak sapi di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Pertanian Cemara, 18(2), 21-32.

Sama, S., Yamin, A., & Anggara, M. (2024). Analisis tingkat efektivitas program inseminasi buatan (IB) terhadap perkembangan ternak sapi di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(10), 12267-12272.

Ramon, E., Efendi, Z., Fauzi, E., Hidayatullah, D., Wulandari, W.A., & Ishak, A. (2023). Potensi peningkatan populasi sapi melalui inseminasi buatan (IB) dan limbah tanaman di Bengkulu Selatan. Jurnal Inspirasi Peternakan, 1(3), 174-182.

Soepono, P. (1993). Analisis Shift-share : Perkembangan dan Penerapan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 8(1), 43-54.

Sonbait, L. Y. (2023). Potensi dan Komoditi Unggulan Peternakan di Tanah Papua. Jawa Timur: Uwais Inspirasi Indonesia.

Sutaryono, Y. A. (2017). Pengkajian Potensi Hijauan Pakan dan Daya Dukung Ternak di Kabupaten Sumbawa, NTB. Laporan. Mataram: Fakultas Peternakan Universitas Mataram & Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa.

Trisman, T., Firman, A., & Herlina, L. (2022). Penentuan wilayah pengembangan ternak ruminansia besar di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu Peternakan Universitas Padjadjaran. 22(2).