SISTEM PENGOBATAN DAN PENYEMBUHAN PENYAKIT (Studi Sosiologi Kesehatan Pada Masyarakat Sinjai Timur Sulawesi Selatan)
Main Article Content
Abstract
Pada masyarakat Sinjai Timur, dari berbagai lapisan sosial masih menggunakan pengobatan tradisional (Dukun) untuk mengobati penyakitnya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan menjelaskan secara ilmiah faktor yang melatar belakangi masyarakat dalam pemanfaat pengobatan tradisional dan menjelaskan sistem pengobatan dan penyembuhan penyakit secara tradisional (Dukun). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan analisis data bersifat induktif dan berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi masyarakat memanfaatkan pengobatan dukun adalah pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, tradisi dan kepercayaan masyaraat, tingkat pendidikan masyarakat, dan tingkat penghasilan dan pekerjaan masyarakat. Adapun alasan masyarakat dalam memanfaatkan Dukun sebagai pengobatan, di antaranya adalah pengalaman negatif terhadap pengobatan modern, pengobatan Dukun sebagai pelengkap pengobatan, pengaruh keluarga dan lay rafeal group, dan pengobatan Dukun sebagai pengobatan yang unik, holistik dan kesejajaran kedudukan. Proses pengobatan dukun dalam menyembuhkan penyakit adalah penggunaan doa-doa atau bacaan-bacaan, air putih, dan
ramuan tradisional. Pengobatan maupun diagnosis yang dilakukan dukun selalu identik dengan campur tangan kekuatan gaib ataupun yang memadukan antara kekuatan rasio dan batin.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Agoes, Azwar. H. 1992. Antropologi Kesehatan Indonesia, Pengobatan Tradisional. Jilid I. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Agoes, Azwar. H. 2003. Monograf Tanaman Obat: Mengkudu (Mo-rinda Citrifolia L ). Sumatera Selatan: Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T).
Anggorodi, Rina. 2009. Dukun Bayi Dalam Persalinan Oleh Masyarakat Indonesia. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat,
UI.
Alimul Aziz , H. (2008). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Rev-IV. Jakarta: Rineka Cipta.
Badan Pusat Statistik. (2002). Buku pedoman pengolahan entry data Susenas. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sinjai. 2010. Kecamatan Sinjai Timur dalam Angka Tahun 2010. Sinjai: BPS Kabupaten
Sinjai.
Bohannan, Paul, Ed. 1988. High Point in Anthropology. New York: Alfred A. Knopf, Inc.
Depkes RI. (1997). Pedoman Pelayanan Antenatal Care di Tingkat Dasar. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Depkes RI. (2007). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Edelman, C.L and Mandle, C. L (1994). Health Promotion Trho-ught the Lifespan. (3rd Ed). The Mosby: St Louis.
Elling, Ray,H. 1970. SocioCultural Influences On Health And Helth Care.
Foster,G.M. 1973. Traditional Societes in Technological Cha-nge. New York & London: Harper and Row.
Foster G.M. dan Anderson. 1978. Antropologi Kesehatan, Jakarta: Grafiti.
____. 2008. Antropologi Kesehatan. Jakarta: UI Press.
Hafid, Yunus. 1992. Pengobatan Tradisional Di Daerah Sulawesi Selatan. Makas-sar: DEPDIKBUD.
Hamid, Abu. 2006. Pengobatan Tradisional Dalam Lontarak Pakbura. Sul-Sel. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Koetjaraningrat. 1996. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Maleong, L. J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Manda, Darman. 2007. Komunitas Adat Karampuang Di Sinjai. Makassar. UNHAS
Marimbi, Hanum. 2009. Sosiologi dan Antropologi Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Muzaham, Fauzi. 1995. Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan. Jakarta: UI Press.
Nasir, Muhammad. Ph. D. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nasution, S. 2007. Metode Research; Penelitian Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.
Notoatmodjo, Soekidjo. 1993. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Yogyakarta: Andi offset.
____. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
____. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
____. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Edisi Ke-4. Jakarta: Rineka Cipta.
____. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nur Alia A, Mirna. 2010. Belian Sasak Di Tengah Pengobatan Modern. Bandung: FPIPS UPI.
Sarwono, Solita. 1993. Sosiologi Kesehatan, Beberapa konsep Serta Aplikasinya. Jakarta: Gajah Mada University Press.
Sudarti dkk. 1987. Persepsi Masyarakat Tentang Sakit-Sehat dan Posyandu. Depok: Pusat Penelitian Kesehatan UI.
Sudjaswadi, Riswaka. 2008. Kecenderungan Berprilaku Ditinjau dari Orientasi Ekonomi dan Sosial Budaya. Yogyakarta: Majalah Farmasi Indonesia.Universitas Gajah Mada.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan; Kompetensi dan Prakteknya. Jakarta: Bumi
Aksara. Syahrun. 2008. Pengobatan Tradisional Orang Buton (studi Tentang Pandangan Masyarakat Terhadap Penyakit di Kecamatan Betoambari Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggra). Kendari: Majalah LPM UNHALU.
Undang-undang Republik Indonesia No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, Depkes RI, Jakarta, 1992.
WHO. 1986. The Otta wa Charter for Health Promotion. Geneva: WHO
Yunindyawati.2004. Modul Mata Kuliah Sosiologi Kesehatan. Inderalaya: FISIP Unsri.
Yunus. Hafid. 1992. Pengobatan Tradisional Di Daerah Sulawesi Selatan. Makassar: DEPDIK .