ANALISIS TINGKAT GOLONGAN PUTIH PADA PEMILIHAN WALIKOTA (PILWALI) 2018 DI KOTA MAKASSAR
Main Article Content
Abstract
Pendidikan bukanlah satu-satunya hal yang menjadi tulang punggung pembangunan bangsa, pendidikan tidak bisa berdiri sendiri sebagai kekuatan penggerak bangsa, tapi pendidikan adalah salah satu pondasi pokok pembangunan bangsa, masyarakat yang cerdas, mandiri dan berdikari baru dapat terbentuk ketika rakyat mendapat pendidikan yang cukup dan memberikan wacana bersama. Dalam hal ini pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan tertinggi di daerahnya masing-masing memegang peranan penuh dalam pengambilan kebijakan. Apakah kebijakan yang diambil itu mampu mengakomodir semua kebutuhan dari rakyat dan bisa menjadi salah satu faktor kemajuan daerahnnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang sejauh mana pengaruh dimensi lingkungan terhadap proses pengambilan kebijakan dalam sektor pendidikan di Kota Makassar dan untuk menjelaskan proses pengambilan kebijakan pada sektor pendidikan di Kota Makassar.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa kebijakan publik dalam sektor pendidikan di Kota Makassar dipengaruhi oleh lingkungan kebijakan itu sendiri dan oleh nilai-nilai politik yang lebih mencerminkan kehendak atau persepsi penguasa, sehingga kebijakan publik yang dihasilkan memperlihatkan suasana dominan pengaruh dari kepentingan pemerintah daerah Kota Makassar. Kenyataan tersebut termasuk juga pengaruh dalam proses analisisnya yang cenderung lebih menekankan nilai-nilai dan pandangan sepihak dari Pemerintah Kota Makassar.
Lingkungan kebijakan publik dari dimensi sosial mengenai kebijakan dalam sektor pendidikan selama ini cenderung pasif, di mana tidak terdapat persepsi yang sama di kalangan masyarakat mengenai siapa sebenamya menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Namun bagi masyarakat yang penting adalah bagaimana kebutuhan akan pendidikan dapat tersedia.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Ali,Novel. 1999. Peradaban Komunikasi Politik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Arsyad, Rahmad M, 2014, Perang Kota Studi Politik Lokal Dan Kontestasi Elite Politik Boneka, Jogjakarta :Resist Book
Asfar, Muhammad. 2004. Presiden Golput. Jakarta: Jawa Pos Press.
Basri, Seta. 2012. Pengantar Ilmu Politik. Jogjakarta: Indie Book Corner.
Budiarjo, Miriam. 2009. Dasar-dasar Ilmu politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Chaniago, Andrianof A. 2010. Teori politk modern. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Efriza , 2012 , Political Explore , Bandung : Alfabeta
Faisal. Sanapiah. 2005. Format-Format Penelitian Sosial. Jakarta: Rajawali Press.
Hanurawan, Fattah. 2012. Psikologi Sosial: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Huntington. Samuel P. dan Nelson. Joan M. 1997 No easy choice : Political Participation In Developing Countries. Cambridge, mass :harvarduniversiry press.
Irawan. Prasetya. 2006. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Depok: Departemen Ilmu Administrasi FISIP-UI.
Kacung, Marijan.2006. Demokratisasi di Daerah. Surabaya: PustakaEureka.
Kumorotomo, Wahyudi. 1999. Etika Administrasi Negara. Jakarta:Rajawali pers.
Maran, Rafael Raga. 2007. Pengantar sosiologi politik. Jakarta: Rinka Cipta
Mufti, Muslim. 2013. Teori-Teori Politik. Bandung: Pustaka Setia.
Putra ,Fadillah , 2003 ,Partai Politik Dan Kebijakan Publik, Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Rahmat.Arifin. 1998.Sistem Politik Indonesia, Surabaya : Penerbit SIC.
Rush, Michael. dan Phillip Althoff. Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sanit. Arbi. 1992. Aneka Pandangan Fenomena Politik: Golput, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Sastroadmojo.Sudijono. 1995.Perilaku politik, Semarang: IKIP Semarang Press.
ShermanArnold K. dan KolkerAliza, 1987, The Social Bases of Politics , California : A Division of Wodsworth Inc.